Rabu, 02 November 2022

Di duga beberapa oknum pendidikan di MAN 1 kota kediri memimpong perihal adanya pengadaan LKS,termasuk kemenag

KEDIRI,GARADAPUBLIK.COM- Mensikapi beberapa hal yang terjadi di lingkup pendidikan, khususnya polemik di lembaga Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Kediri terkait penarikan uang yang dibebankan oleh siswa/walimurid. 

Diantara penarikan tersebut membuat geram beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di kediri yang tergabung dalam Gabungan LSM Masyarakat Kediri Anti Korupsi Kediri mengambil sikap.

Dari Keterangan narasumber, ada beberapa hal yang menjadi keresahan yang ada di MAN1 Kota Kediri, diantaranya terkait pembayaran perlengkapan siswa baru (seragam, atribut, kartu pelajar, tes IQ dan asuransi) sebesar 1,2 jt sampai 1,5jt dengan rincian jelas dan dibayarkan melalui Koperasi siswa.

Selanjutnya, siswa yang bersekolah di MAN1 Kota Kediri diwajibkan untuk membayar uang Jariyah sebesar 1,5 juta, dibayarkan melalui rekening tertentu yang sudah ditetapkan oleh komite.

Untuk diketahui, bahwa yang namanya Jariyah itu dibayarkan secara ikhlas atau semampunya dan tidak boleh ditentukan apalagi yang melakukan atas nama lembaga Islam.

Masih menurut narasumber, ada tarikan sebesar 195 ribu yang dibebankan oleh siswa/walimurid untuk pembelian buku Lembar Kerja Siswa (LKS), padahal menurut aturan bahwa buku LKS digratiskan namun siswa tetap membeli, dibuktikan dengan kwitansi.

Menurutnya,dari pengadaan pembelian LKS tersebut ada kesepakatan kontrak dari pihak ketiga dengan waktu dua tahun yang nilainya fantastis, dan hasil tersebut diduga diperuntukkan untuk membeli 1 unit Handphone untuk wakil Humas senilai 5 juta rupiah dan juga 1 unit mobil pick up.

Ditanya terkait kesepakatan Kontrak kepada pihak ketiga tentang pembelian LKS, Kepala Sekolah MAN1 Kota Kediri Drs.H. Hary Wiyanto, M. Pd. I mengiyakan bahwa kami sudah kontrak Dua tahun.

Salah satu walimurid yang tidak mau disebut  mengatakan, waktu anak saya masuk di MAN1 Kota Kediri saya disuruh bayar uang sebesar 4 Juta untuk kelengkapan administrasi dan seragam.

"Oalah mas, lha wong penghasilan saya aja tidak menentu kok harus bayar uang sebesar itu, akhirnya yo tak jual kan almari yang ada dirumah, akunya.

Sedangkan untuk pembayaran uang gedung setiap siswa kelas 10 dikenai biaya sebesar 4 juta yang diperuntukkan untuk membangun gedung dengan bukti pembayaran ke rekening bank ,ucap narasumber.

Secara terpisah Plt.Ka Kemenag Kota Kediri Dr. H. Zuhri M.Pd. I terkait adanya tarikan, mengatakan, Madrasah itu lembaga negeri yang diberi hak otonomi untuk mengatur, menata juga membuat inovasi-inovasi dalam mencerdaskan siswa yang bagus untuk bersaing dalam ajang kopetensi dan Prestasi madrasah.

Madrasah pasti membutuhkan dana dan dana itu pasti nilainya tidak sedikit karena untuk menunjang kegiatan - kegiatan extra kurikuler dan juga mungkin untuk  menggratiskan atau mengurangi biaya bagi siswa yg kurang mampu atau juga memberi reward bagi siswa yang berprestasi bebas biaya akademik, tambah Zuhri. 

Dan setelah kita kordinasi lagi yang ke dua kalinya terkait kasus yang ada di MAN 1 Kota Kediri , Plt,Ka kemenag kota Kediri DR.H.zhuri M.Pd.I,
Jadi dimungkinkan kalau ada sesuatu  semua sudah dibicarakan dengan Komite Madrasah,termasuk menentukan jumlah besarnya Jariyah, pungkasnya.

Dugaan statement pim-pongan yang di lakukan kepsek MAN 1 Kota Kediri kepada Media terkait klarifikasi penarikan uang


KEDIRI,GARDAPUBLIK.COM-Mensikapi beberapa hal yang terjadi di lingkungan lembaga Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN1)kota kediri,perihal ketidak transparannya adanya penarikan uang  LKS,PPDB,dan Uang tarikan mengatasnamakan Jariyah.

dugaan penarikan uang yang di lakukan oleh lembaga MAN 1 Kota Kediri, yang di lakukan oleh pihak (satu pintu),membuat tim investigasi dari media ini melakukan investigasi dari beberapa narasumber untuk mencari berita scandal yang di lakukan oleh oknum yang ada di dalam lembaga tersebut

Dan Diantara penarikan tersebut membuat geram tim investigasi dari Media ini.untuk melakukan investigasi di beberapa narasumber yang merasa resah akan terkait penarikan uang untuk siswa/walimurid.

Dari keterangan beberapa narasumber yang kami peroleh, Penarikan uang dalam jumlah fantastis itu di lakukan tahun ajaran baru 2022.mengigat penerimaan peserta Didik baru(PPDB).penarikan uang itu berupa pembayaran PPDB,LKS,dan uang jariah dengan nilai yang tidak sedikit.

Setelah tim investigasi dari media ini melakukan pencarian berita scandal ke beberapa narasumber,tim investigasi media ini berhasil menemukan beberapa bukti kwitansi pembayaran siswa/walimurid.yaitu
A).pembayaran LKS 195000/satu pintu.
B).Pembayaran jariyah komite semua siswa 1.500.000.melalui BANK BSI
C).Pembayaran perlengkapan siswa:seragam,atribut,kartu pelajar,tes IQ,asuransi dengan globall.melalui BANK BSI dengan no rek yang berbeda.
• Pi standart  :1.403.000
• Pi jumbo.     :1.553.000
• Pa standart:1.281.400
• Pa jumbo.    :1.381.400 dan
D).pembayaran siswa (PPDB)/lewat belakang(LB) : 4000.000,melalui BANK BSI
dari penemuan bukti tersebut ada duga'an pungli yang di lakukan oleh oknum satu pintu MAN 1 Kota Kediri .

Setelah penemuan bukti tersebut media ini berlanjut kordinasi ke lembaga MAN 1 Kota Kediri.menemui kepala sekolah Drs.H. Hari wiyanto,M.pd.I di tanya terkait kesepakatan kontrak kepada pihak ke tiga tentang pembelian LKS,mengiyakan bahwa kami sudah kontrak dua tahun,ujarny.

"Dan beliau selaku kepala sekolah MAN 1 kota Kediri.mengatakan apapun perihal yang berkaitan dengan keuangan saya serahkan ke komite mas,jadi sepengetahuan komite sekolah.ucap kepala sekolah.

Ketuan komite MAN 1 Kota Kediri Bapak Nurrudin ketika di konfirmasi melalui via telepon seluler ,terkait hal ini saya tidak tahu mas semua satu pintu.ujuarnya.

Secara terpisah"Plt.ka kemenag kota kediri Dr.H.zhuri M,Pd.I terkait adanya tarikan di MAN1 Kota Kediri,.beliau mengatakan madrasah itu lembaga negeri yang di beri hak otonomi untuk mengatur,menata juga membuat inovasi-inovasi dalam mencerdaskan siswa,untuk bersaing dalam ajang kompetensi  dan prestasi madrasah.dan madrasah itu pasti membutuhkan dana yang nilainya tidak sedikit.karena untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler dan juga mungkin untuk MENGRATISKAN atau MENGURANGI biaya bagi siswa yang kurang mampu.atau juga memberi reward  bagi siswa yang berprestasi bebas biaya akademik,tambah zhuri.

Masih lanjutnya"jadi di mungkinkan kalau ada sesuatu semua sudah di bicarakan sama komite madrasah,termasuk menentukan jumlah besarnya.

Belum berhenti sampai situ.media ini terus melakukan klarifikasi kepada Kemenag terkait permasalahan dugaan pungli di MAN1 Kota Kediri yang di lakukan oeh pihak (satu pintu).melalui via WhatsApp (wa) Ka kemenag kota kediri Plt.ka.Dr.H.zhuri M,Pd.I mengatakan "Sy sdh ketemu Mas.. dg P Kepala MAN 1 dan apa yg disampikan dengan smpean juga sama yang disampaikan dengan saya yaitu semua sudah di kordinasikan dengan pihak Komite.. melalui  P Heriyanto (advokat)/anggota komite..inti pokok MAN 1 kota kediri tidak bisa menentukan segala sesuatunya tanpa Komite..ujarnya.

Masih berlanjut dalam pembicaraan lewat WhatsApp,media ini bertanya, Nyuwun Sewu bapak ketua komite itu Bapak Heriyanto apa Bapak Nurrudin,beliau menjawab"Wah saya kurang tau siapa ketuanya,dan katanya sudah di sampaikan dan di serahkan semuanya kepada Bapak Heriyanto(Advokat)/selaku anggota komite.pungkasnya(Ir)